“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; simbol pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” Yesaya 9:5 – https://www.yukristen.com
Natal adalah hari yang penuh sukacita bagi umat Kristiani di semua dunia. Berbagai acara digelar secara meriah untuk menyambutnya. Namun memang inti perayaan Natal itu bukan terhadap meriahnya pesta, bukan terhadap pohon Natal atau lilin bersama bersama segala pernak-perniknya, melainkan bagaimana kesadaran iman dan respons kita atas apa yang Kristus perbuat bagi hidup kita. Berbicara mengenai Natal tidak bisa dipisahkan berasal dari anugerah, Bapa di sorga beri tambahan anugerah terbesar bagi umat manusia bersama bersama beri tambahan Putera tunggal-Nya. Mengapa disebut anugerah terbesar? Karena setiap kita yang yakin kepada Putera-Nya bisa meraih keselamatan. Karena itu jangan dulu menyia-nyiakan anugerah terbesar berasal dari Bapa ini!
Diberikannya Kristus bagi kita adalah bukti betapa Bapa benar-benar mengasihi kita, terlebih Dia berjanji tidak bisa dulu meninggalkan kita, Ia bisa menyertai kita sampai kesudahan zaman. “Sesungguhnya, anak dara itu bisa punya takaran dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka bisa menamakan Dia Imanuel” —yang berarti: Allah menyertai kita." (Matius 1:23). Imanuel, nama yang berasal berasal dari bahasa Ibrani, terdiri berasal dari dua kata: El (Tuhan) dan Immanu (beserta kita). Jika kita mengetahui bisa besarnya anugerah Bapa ini maka kita bisa terdorong untuk menjadi bersungguh-sungguh di didalam mengikut Kristus. Karena Kristus adalah anugerah terbesar, harusnya kita bahagia meninggalkan apa pun demi Dia, layaknya semisal mengenai harta terpendam dan mutiara yang berharga, di mana seorang bahagia menjual semua miliknya demi meraih mutiara atau harta terpendam (Matius 13:44-46). Rasul Paulus menyatakan, “…segala suatu perihal kuanggap rugi, karena pengenalan bisa Kristus Yesus, Tuhanku, lebih lagu rohani kristen tentang bersyukur mulia berasal dari terhadap semuanya. Oleh karena Dialah aku telah membebaskan seluruhnya itu dan menganggapnya sampah, sehingga aku meraih Kristus,” (Filipi 3:8). Bapa bahagia turun berasal dari takhta tertinggi-Nya di sorga dan menjadi serupa bersama bersama manusia lewat Kristus, untuk melacak dan menyelamatkan orang-orang yang berdosa.